Tahnik Bagi Bayi

Asal mula tahnik

Tahnik itu berasal dari kata hanak (حنك), hanak itu artinya langit-langit mulut. Jadi proses tahnik itu adalah kurma yang dikunyah oleh seseorang yang shalih atau orang tuanya yang dikunyah sampai lumat kemudian dikolohkan atau di putar di rongga mulut bayi atau digosok-gosok ke rongga mulut bayi, terutama di tempat tumbuhnya gigi bayi dan yang paling inti adalah di langit-langit mulut bayi.

Banyak riwayat-riwayat tentang tahnik di zaman Rasulullah itu sehingga kita meyakini tahnik itu adalah sesuatu yang memang harus kita kerjakan untuk kebaikan bayi tersebut; untuk melindungi bayi dari kuman dan bakteri serta dari segala sesuatu yang membahayakan bayi.

Manfaat Tahnik

Kurma itu adalah makanan yang tinggi kandungan karbohidratnya dan banyak vitamin-vitamin lain, dimana kita meyakini bahwa kurma itu adalah rajanya buah-buahan yang terbaik dan disukai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Buah kurma merupakan salah satu buah yang disebutkan beberapa kali di dalam Al-Qur’an.

Apabila kurma yang banyak kandungan karbohidrat ini dikunyah, lalu ia bercampur dengan ludah seseorang, maka akan berubah menjadi glukosa. Dimana glukosa ini sangat diperlukan untuk memberikan energi bagi sel-sel pertahan tubuh yang belum matang pada bayi dihari-hari pertama. Pemberian kurma ini juga merupakan metode pematangan organ limfoid baik lokal maupun sistemik. Limfoid itu adalah kelenjar limfe yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.

Tata cara tahnik

Anda juga bisa melakukan tahnik sendiri untuk bayi Anda. Kurma yang Anda tahnik untuk bayi Anda melalui kunyahan dari mulut orang tua lebih memberi makna sebagai tAnda ikatan batin bagi bayi Anda. Melalui air liur dari kedua orang tua, maka akan terjadi ikatan antara orang tua dan bayi. Selain itu juga dapat mengalirkan fitrah islam yang suci. Harapannya, anak dapat tumbuh dan berkembang dengan bersih dan baik serta memiliki iman yang manis, seperti manisnya buah kurma yang digunakan untuk mentahnik.